Hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya malam ini hingga menjelang subuh esok. Tontonan spektakuler tahunan itu, bila diamati di langit yang bersih, akan sangat memukau mengingat 120 meteor lebih bakal terbakar di langit setiap jam.
Tidak seperti hujan meteor Leonid yang bulan lalu sempat membuat kecewa para penonton, Geminid konon bisa diandalkan. Pertunjukkan akan dimulai dengan luncuran cahaya kecil-kecil dan menjadi semakin banyak dan terang seiring makin larutnya malam. Menjelang pagi, mereka yang berada di lokasi tanpa polusi cahaya bahkan bisa melihat satu atau dua meteor tiap menit.
Hujan meteor Geminid terjadi dari butiran-butiran material yang terlepas dari 3200 Phaeton, objek serupa asteroid yang mungkin adalah komet yang telah terbakar.
Objek ini mengelilingi Matahari dan melintasi jalur orbit Bumi. Butiran material yang kebanyakan seukuran kacang akan terlepas dari tubuh 3200 Phaeton, lalu berpijar ketika masuk ke atmosfer Bumi.
Hujan meteor Geminid cenderung terlihat lebih lambat saat meluncur dibanding meteor lain. Beberapa di antaranya akan terlihat sangat terang, dan beberapa lainnya akan tampak semburat kekuningan, menghiasi langit hitam.


















Seorang cowok berkulit kuning langsat, berkacamata minus, dan doyan makan coto makassar ini asli dari kota Pahlawan - Arek Suroboyo.

15 December 2006 pukul 12:43 am
itu dimana yo? mau aku mauliyat…..
15 December 2006 pukul 2:39 am
dari Jogja keliatan ga ya?