
Obrolan diatas telah dibahas pada ajang diskusi para The Heroes - TPC dalam undangan HARDROCK FM lusa lalu ( 25/03 ). Cempluk dan rekan rekan blogger TPC kembali mendapat undangan untuk mengisi program acara drive and jive HARDROCK FM bertemakan Menulis Iseng atau Sekedar Curhat ?
Blogger TPC yang hadir saat itu mas Arul, mas Det, mas Khuclukz, mbak Rere, Cempluk.
Lalu si mbak Penyiar - Isti Marpaung menanyai kami satu persatu , “menurut kalian menulis itu iseng atau sekedar curhat” :
Si Cempluk : ya, kalo menurut saya sih menulis itu dari pengalaman sehari hari gitu..
Si Det : ya, asal nulis aja mbak, namun saya ingin kedepan tulisan saya itu mengarah pada sesuatu hal..
DLL..
Trus kan, biasanya yang nulis itu kebanyakan cewek di diari pribadi, lah kalo cowok nulis berarti sikap nya mellow dunk, tanya si mbak penyiar lagi, lalu si Khuclukz pun menjawab :
si Khuclukz : Mmm..nggak tuh mbak. Nulis itu kan bukan hanya cewek saja toh..
Hingga obrolan on air itu kemana mana, tak tentu arah. Selesai acara on air pukul 17.00 wib, eh..tiba tiba mas Avy datang. “Ya, elah mas Avy..kan telat”, celoteh Det.
Selesai on air di HardRock FM, kami ber enam memutuskan untuk ber cangkruk ria di kantin Graha Pena.


Kamis ( 13/03 ) pagi merupakan awal kisah perjalanan liburan cempluk yang tanpa rencana dan keberkahan dari ajakan bokap ( kenapa keberkahan ? berkah nya si anak karena si bokap penggila F1 ) menuju negeri Jiran.
Burung besi itu dinamakan Air Asia, aroma Malaysia begitu terasa ketika berada dalam pesawat, yup..karena seluruh staf mulai dari pilot, pramugari, hingga pramugara adalah orang Malaysia. Serta jangan berharap uang Rupiah berlaku tuk membeli aneka jajanan hingga souvenir pesawat tetapi kita harus menggunakan mata uang Ringgit ( 1 RM = kurang lebih Rp.2900 ).Sesampai di bandara LCCT ( Low Cost Carrier Terminal ) , rombongan travel Lily Tour dijemput oleh bas pesiaran ( bas pesiaran = bis pariwisata ) dan di dalam bis telah menunggu Encik Jai ( Perempuan asli Malaysia yang bekerja sebagai pemandu pelancong / tour guide ), sepanjang perjalanan dari bandara menuju Hotel Federal di Bukit Bintang Kuala Lumpur tak henti henti nya encik Jai ini bercerita dengan logat melayu. Hingga cempluk tulis kosa kata melayu yang saya translate dalam bahasa Indonesia di selembar kertas.
*iseng mode on*

Ketika hari sabtu yang lalu manakala Cempluk berkeinginan tuk mengikuti talkshow bersama Ustad Habiburrahman El-Shirazy di Graha ITS pukul 16.00 wib. Kesan pertama yakni terkagum kagum karena peserta yang datang kebanyakan cewek berjilbab yang hampir setengah lebih banyak jumlah nya dari cowok yang hadir saat itu. Serta tak ada kursi kosong yang tersisa saat itu. Subhanallah, sungguh mempesona kharisma sang ustad habib ini.

Disaat otak kian bebal terhadap tugas yang terlalu banyak, kepenatan untuk berpikir lebih kreatif pun terhambat. Untaian kata untuk membuat sebuah karya tulis mata kuliah Bahasa Indonesia pun terbengkalai. Ya, begitulah nasib cempluk malam hari itu (27/02) saat hendak mengerjakan sebagian tugas kuliah nya.
Blog sebagai Media Ekspresi di Jaman Modern merupakan judul yang cempluk ambil guna tuntuntan pengambilan nilai pada mata kuliah Bahasa Indonesia ( semester 6 ). Bukan hari itu saja saya beserta rekan menyelesaikan karya tulis tersebut, namun inspirasi ide penulisan udah mentok, lalu mau nulis apa lagi.