Pada artikel sebelum nya, cempluk pernah menceritakan tentang pengalaman saya sewaktu mengikuti pengajian eksekutif “Islamic Thinker Society” bersama sang ayah. Dan hari ini 21 Juli 2007, cempluk bersama ayah tercinta mengikuti kelanjutan pengajian ini di tempat yang berbeda, kali ini acara pengajian digelar di Nur Pacific Restaurant. Pengajian ini benar benar memberikan kesan yang mendalam tatkala mendengarkan sesi bapak Tun Kelana Jaya ( Chief of Mafahim Learning Center) dan tema yang dibahas mengenai “Professional Personality Building“.
Berikut gambaran secara garis besar dari tema tersebut :
.Mempunyai arah / target yg jelas dalam melakukan sesuatu sehingga anda mempunyai hasrat dan komitmen tinggi di dalam mengerjakannya
.Menjadi pribadi yang berkomitmen untuk terus bertumbuh menuju potensi maksimum
.Membangun fokus seimbang pada berbagai aspek / peran utama hidup anda, sehingga mampu menjalani hidup secara lebih bijak & meraih kesuksesan
Yang sangat menarik dari pembahasan kali ini yakni kita setiap insan di muka bumi ini harus melakukan perubahan dalam dirinya serta saatnya untuk bertindak. Contoh kasus : jika negeri ini mengalami kesusahan, maka tak ada guna nya bila kita hanya mengecap ini tanggung jawab pemerintah, namun seyogyanya kita memulai nya dari diri kita sendiri apakah yang kita lakukan sesuai dengan kaidah agama Islam yang benar sehingga negeri ini bisa bangkit dari kehancuran. Hal ini telah Allah jelaskan dalam Al Qur’an : Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (QS Muhammad 47 : 7). Dijelaskan pula kiat kiat sukses : Strategy, Fearless, Teamwork, Training, Commitment, Profesionalism, Motivated, Effort, Confident, Achievement agar kita jalankan secara sinergis dalam lingkungan sekitar.
Pengaruh personal juga terjadi akibat hal hal berikut : uang, makanan, pekerjaan, teknologi, teman, film, musik, mode, media, keluarga. Pengaruh personal ini bisa dianalogikan sebagai sebuah paradigma dalam berlayar : “You can not direct the win but you can adjust the sail” yang berarti kita sebagai manusia bisa survive dari kehidupan ini dengan mengikuti kaidah kaidah Al Qur’an dan Al Hadits namun bila kita terjerumus dalam arus kesenangan dunia maka celakalah kita kelak di akhirat. Dan rule of success di dunia dan di akhirat yaitu :
Mengenal Jati Diri
hidup didunia untuk Ibadah
Termotivasi
yang paling mulia disisi Allah
adalah yg paling taqwa
Percaya diri
Janji Allah pasti!

Ok, mungkin ini saja sedikit pengalaman yang cempluk dapatkan seusai mengikuti pengajian eksekutif ini. Sukses Untuk Kita Semua !!!

Kerapatan umat muslim saat ini sangat menentukan bangkit nya Islam di Bumi Allah ini, seperti jaman Rasulullah dahulu. Tidak seperti sekarang, negeri ini mendapat predikat negara terporno ke 3 dan parah nya masih terdapat penyimpangan kekuasaan yang dilakukan eksekutif, jika terdapat sebuah rapat DPR, ada kemungkinan mereka menjawab kaki gajah berjumlah lebih dari 4 atau bahkan lebih dari 8 manakala suara voting mereka dianggap benar oleh sebagian anggota DPR. Hingga terdapat sebuah anekdot, sangking parah nya negeri Indonesia dalam kebejatan multi dimensi maka syaiton berdoa kepada Allah agar dipindahkan dari bumi Indonesia. Dan maksud dari kata Cohesiveness itu sendiri memiliki beberapa point, yakni Kerapatan kaum muslim untuk bersatu, Penyatuan hati dan perilaku yang mencerminkan seorang muslim, dan bahu membahu untuk peduli terhadap saudara kita yang membutuhkan. Itulah rangkaian acara yang saya ikuti bersama abi dalam acara Seminar Bertema Islamic Thinker Society di Wisma Dharmala Surabaya. Sebetul nya saya ikut seminar ini secara tidak disengaja, pagi hari saya diajak abi (ayah) cempluk untuk ikut sekaligus memperdalam ilmu agama. Dan alhamdulillah banyak ilmu yang saya dapat kan. Acara ini mengundang pemateri dari Jakarta yaitu Bapak Tun Kelana Jaya. Materi yang dipaparkan bapak Tun Kelana Jaya sangat menarik salah satu nya yakni Way of thinking yang memiliki 3 point penting : Cara kita berpikir menentukan hasil pemikiran kita, Kita dapat melihat persoalan dari sudut yang berbeda,Kesuksesan berpikir tergantung bagaimana cara kita berpikir. Hidup itu pilihan, Kita sering tidak dapat menghindari kejadian yang terjadi pada kita. Tetapi kita mempunyai HAK untuk MEMILIH, bagaimana kita bereaksi terhadap keadaan yang terjadi pada kita. Dan point penting yang dijelaskan yakni tentang Pengetahuan yang kita punyai, tak ada harga nya jika kita tak mempergunakan nya dengan mengajarkan apa yang kita punyai terhadap sesama yang membutuhkan.
Jika rekan rekan blogger menginginkan materi bapak Tun Jaya Kelana, anda bisa mengirim kan e - mail ke : andibagus@pokoke.com. Maksud dari logo di bawah ini, yaitu tidak ada batasan bagi siapapun untuk mendapat hak yang sama dalam pengetahuan.
Subhanallah, Tadi malam saya browsing hingga larut malam dan akhir nya saya menemukan situs ini. Di dalam situs ini memberikan kita doktrin agar meninggalkan islam karena bla bla bla.. Coba kita renungkan, semakin gencar nya arus teknologi informasi, makin gencar pula penyudutan kaum muslim hingga akhir nya lemah. Apa yang harus kita lakukan sebagai mayoritas kaum islam terbesar di dunia.. Akankah kita berpangkuh tangan atau kita akan bertindak memerangi kaum yang menyerang kita ?? Ini bukan bermaksud untuk menyela suatu agama tapi untuk memberikan kan kita gambaran dan sebuah bukti kebenaran. Bisa kita hack gak yah??![]()